Showing posts with label Beasiswa Dalam Negeri. Show all posts
Showing posts with label Beasiswa Dalam Negeri. Show all posts
Wednesday, April 4, 2012

Beasiswa Pemprov Kaltim untuk pelajar di kawasan perbatasan

0 comments
Pemprov Kaltim dalam mata anggaran 2012 menyiapkan dana senilai Rp3 miliar, diperuntukkan khusus bagi pelajar dan mahasiswa di tiga kabupaten yang berada di kawasan perbatasan dengan Malaysia bagian Timur.

"Beasiswa khusus bagi pelajar dan mahasiswa di perbatasan ini diberikan Pemprov Kaltim kepada tiga kabupaten, yakni Malinau, Nunukan, dan Kutai Barat. Sedangkan nama beasiswa khusus ini adalah Bantuan Keuangan," kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim di Samarinda, Selasa.

Masing-masing daerah, lanjutnya, mendapatkan jatah Rp1 miliar dan pihak kabupaten yang mengelola dan menyalurkan beasiswa itu, namun sebelumnya telah melalui usulan dari masing-masing pemerintah daerah setempat.

Dia berharap dalam penyaluran beasiswa dapat tepat sasaran, terutama bagi warga yang tidak atau kurang mampu secara ekonomi, apalagi bagi pelajar atau mahasiswa yang tidak mampu namun memiliki prestasi akademik.

Keinginan pihaknya dalam penyaluran beasiswa khusus melalui bantuan keuangan ini cukup sederhana, yakni agar kelak tidak ada lagi anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi namun tidak bisa karena terbentur masalah pembiayaan.
Friday, January 27, 2012

Beasiswa Dalam Negeri

0 comments
Pelajar Indonesia yang berprestasi di sejumlah olimpiade sains internasional mengeluhkan kelanjutan kuliah di dalam negeri. Mereka berjuang sendiri untuk melanjutkan kuliah di tengah komitmen pemerintah menyediakan beasiswa olimpiade sains internasional. Peraih medali olimpiade di tingkat akhir SMA mencari kepastian kuliah dengan ikut seleksi masuk perguruan tinggi di jalur reguler. Mereka membayar biaya kuliah sendiri. Ada yang menerima tawaran beasiswa dari perguruan tinggi di luar negeri.

Marsha Christanvia, peraih medali perak Olimpiade Biologi Internasional 2011, terpaksa menunda kuliah setahun. Ia tak lolos seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) jalur undangan untuk siswa berprestasi dan jalur tertulis karena memilih jurusan kedokteran.

Muhammad Firmansyah Kasim (20) mesti lewat jalur tes untuk kuliah di Institut Teknologi Bandung. Ia lolos dan membayar uang masuk Rp 25 juta karena tak ada kepastian beasiswa dari pemerintah.

Anugerah Erlaut, peraih medali emas dan perak di Olimpiade Biologi Internasional, memilih masuk tanpa tes dan menerima beasiswa dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Setelah beasiswa olimpiade sains internasional (OSI) turun, ia mengambilnya, lalu mengembalikan beasiswa NTU dengan mengembalikan uang beasiswa.

Data Ditjen Dikti Kemdikbud, pada 2009-2011 tercatat 69 siswa berprestasi yang berhak menerima beasiswa OSI. Empat pelajar belum mengajukan beasiswa dan membatalkan.

Selain itu, ada 14 peraih medali olimpiade yang belum mendapat perhatian pada 2011. Ada yang lulus tahun lalu, sebagian di tingkat akhir SMA tahun ini.

Sebanyak 33 siswa berprestasi memilih kuliah di dalam negeri, sedangkan 36 siswa memilih di luar negeri. Anggaran pemerintah lebih dari Rp 10,34 miliar. Penerima beasiswa dibantu biaya sekolah, buku, hingga biaya hidup sesuai perguruan tinggi dan negara yang dipilih.

Tidak pasti

Satijan, Kepala SMAK 1 BPK Penabur Jakarta, mengatakan, siswa berprestasi di OSI tak mendapat kepastian kuliah di dalam negeri. Beasiswa tak disampaikan sejak awal kepada peraih medali. Selain itu, PTN papan atas juga membatasi jurusan pilihan sesuai olimpiade yang dimenangi.

”Peraih medali OSI Indonesia justru gencar diburu perguruan tinggi dari Singapura, Hongkong, dan Jepang,” katanya.

Perguruan tinggi luar negeri, terutama Singapura, setiap tahun menawarkan kuliah tanpa tes dan beasiswa ikatan dinas tiga tahun kepada siswa SMAK 1 BPK Penabur dengan modal sertifikat pemenang OSI.

Nursyamsuddin dari bagian humas SMAN 78 Jakarta mengatakan, peraih medali olimpiade di sekolahnya terpaksa menolak tawaran masuk tanpa tes di PTN dalam negeri. ”Ada batasan kalau siswa peraih medali OSI hanya bisa mengambil program studi yang sesuai bidang studi yang mendapat medali. Kebijakan seperti ini menyulitkan siswa,” katanya.
 
Beasiswa Unggulan © 2011 Grade science & World Sharings. Supported by Google docs viewer

Thanks for All friends