Showing posts with label Beasiswa Luar Negeri. Show all posts
Showing posts with label Beasiswa Luar Negeri. Show all posts
Wednesday, April 4, 2012

Beasiswa Endeavour Awards 2013 Sudah Dibuka

0 comments
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty, mengumumkan pembukaan program beasiswa Endeavour Awards untuk tahun 2013. Endeavour Awards adalah program beasiswa Pemerintah Australia yang memberikan kesempatan untuk melakukan studi, penelitian dan pengembangan profesi di Australia.

"Dua puluh enam warga Indonesia dianugerahi beasiswa Endeavour Awards tahun 2011 dan kami berharap dapat menerima lebih banyak aplikasi dari Indonesia untuk berpartisipasi dalam program beasiswa yang kompetitif secara internasional ini dan berdasarkan prestasi," ujar Dubes Moriarty.

Beasiswa Endeavour Awards terdiri dari Endeavour Postgraduate Awards, Endeavour Research Fellowships, Endeavour Executive Awards dan Endeavour Vocational Education and Training Awards.

"Melalui beasiswa Endeavour Awards, penerima beasiswa dari Indonesia akan memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi mereka, membangun jaringan dan hubungan kelembagaan dan berkontribusi terhadap upaya penelitian regional," kata Duta Besar Moriarty.

Aplikasi untuk beasiswa Endeavour Awards 2013 ditutup pada 30 Juni 2012. Program beasiswa Endeavour Awards merupakan bagian dari program beasiswa Australia Awards yang juga mencakup Australian Development Scholarships.

Situs web berikut ini www.australiaawards.gov.au memberikan informasi lengkap tentang kedua skema Beasiswa Pemerintah Australia.

Untuk mengetahui lebih banyak silakan kunjungi situs beasiswa Endeavour Awards 2013
Friday, January 27, 2012

Beasiswa ke England untuk Lulusan SMA

0 comments
Kesempatan untuk memenangkan beasiswa S-1 di Bangor University, Inggris, terbuka bagi Anda lulusan SMA yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri. Bangor University yang berdiri pada tahun 1884 merupakan salah satu institusi pendidikan tertua dan cukup bergengsi di Inggris.

Bagi yang ingin mencoba, aplikasi paling lambat diterima pada 1 Juni 2012. Bagi kandidat terpilih, beasiswa yang diberikan hingga 1000 poundsterling.

Persyaratan:

- Mereka yang terpilih mendapatkan beasiswa internasional ini adalah yang mengajukan aplikasi sebelum 1 Juni 2012
- Beasiswa Internasional akan berlaku untuk program yang akan dimulai pada September 2012
- Kandidat yang telah menerima beasiswa lain dari Bangor University ataupun beasiswa lainnya, tidak berhak untuk mengajukan beasiswa internasional ini
- Kesempatan ini tidak terbuka untuk kandidat dari Inggris/Uni Eropa

Informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs web www.bangor.ac.uk

Tips

Setiap negara memiliki kebijakan tentang pendidikan yang umumnya sangat berbeda. Tak terkecuali Inggris, sebuah negara yang kaya akan budaya, yang menjadikannya salah satu negara terfavorit tujuan pelajar internasional untuk melanjutkan studi, termasuk para pelajar dari Indonesia.

Lalu, bagaimanakah cara untuk melanjutkan studi di Inggris?

Sama seperti negara-negara lain, hal utama yang harus diperhatikan ketika ingin melanjutkan studi di luar negeri adalah menguasai bahasa negara yang dituju dan yakin dengan program studi yang akan kita pilih. Namun, melanjutkan studi di Inggris menjadi sedikit lebih rumit untuk para pelajar setingkat SMA, khususnya pelajar yang sekolahnya tidak membuka kelas internasional.

"Akses untuk masuk ke program studi di Inggris dari S-1 ke S-2 itu tidak masalah karena bisa langsung ke universitas. Tapi, untuk pelajar SMA yang ingin ke S-1 itu ada beberapa pertimbangan," ungkap UK Education Manager, British Council, Andrias Soesilo, dalam sebuah seminar bertajuk "UK Higher Education" yang digelar Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia bersama British Council pada "The Best of UK Festival", di Epicentrum Walk, Rasuna Said, Jakarta, Jumat (9/12/2011).

Ia menjelaskan untuk pelajar lulusan setingkat SMA yang di sekolahnya tidak terdapat kelas internasional harus mengambil program foundation selama 9-12 bulan. Dalam program tersebut akan diajarkan beberapa komponen, seperti menulis laporan, dan kemahiran berbahasa Inggris.

"Tentu saja itu harus, karena nantinya para pelajar akan sering melakukan presentasi," ujarnya.

Sementara, untuk pelajar lain yang telah mengikuti kelas internasional di sekolahnya juga harus mengikuti program IB Diploma atau GCE A-Level selama sekitar dua tahun. Dengan program tersebut, para pelajar dimungkinkan untuk memilih lima institusi yang menjadi pilihannya.

"A-Level itu disesuaikan dengan program studi yang akan diambil. Memang menyita waktu, tetapi bisa mengatasi kebingungan karena pelajar dapat memilih lima institusi berbeda. Untuk mengatasi kegagalan, sebaiknya jangan memilih institusi favorit semua," ujarnya.

Sama halnya dengan program studi, tiap-tiap institusi juga memiliki standar yang berbeda. Akan tetapi, secara umum, terang Andrias, program studi bisnis, hukum, dan kedokteran memiliki kompetisi yang lebih ketat. Itu terjadi, menurut dia, karena ketersediaan kelas pada program studi tersebut sangat terbatas.

Program studi bisnis si setiap kelasnya sekitar 30 sampai 40 pelajar, program studi hukum sekitar 15 sampai 20, bahkan untuk universitas favorit, program studi hukum hanya menampung 10 pelajar di setiap kelasnya. Adapun untuk program studi kedokteran jumlahnya lebih sedikit, umumnya hanya 5 pelajar di setiap kelasnya.

"Itu pun nilai A-Levelnya harus A atau B semua, tergantung institusinya. Dan kemahiran bahasa Inggris tentunya menjadi mutlak," ungkap Andrias.

Beasiswa Luar Negeri

0 comments
Mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di luar negeri menjadi dambaan kebanyakan orang. Untuk mendapatkannya, bukanlah perjuangan mudah. Serangkaian tes harus dilalui untuk membuktikan bahwa Anda adalah kandidat yang pantas mendapatkannya. Nah, ada beberapa catatan kecil yang mungkin bisa Anda coba saat mencoba memeroleh beasiswa!

Pertama, penguasaan bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris. Mau tidak mau dan suka tidak suka, bahasa asing adalah syarat mutlak untuk studi di luar negeri.

Kedua, Anda harus ingat setiap beasiswa itu pasti ada kriterianya. Ketahuilah, setiap lembaga pendonor beasiswa selalu mempunyai tujuan dan maksud yang berbeda. Selain harus proaktif mencari segala informasi, Anda juga harus mempelajari dengan seksama kriteria di masing-masing program beasiswa. Semua harus diformulasikan dengan sebaik-baiknya dan internet adalah langkah awal yang baik untuk menggali segala informasi mengenai beasiswa.

Ketiga, hal pertama yang akan ditelisik oleh panelis adalah dokumen aplikasi beasiswa yang Anda ajukan. Untuk itu, Anda harus mempersiapkan kelengkapan dokumen sesuai dengan syarat yang ditentukan. Tak perlu heran jika Anda diminta untuk memberikannya dalam beberapa salinan, karena tim panelis yang melakukan seleksi biasanya lebih sari satu orang. Hal itu juga berguna sebagai peluru cadangan, manakala ada salah satu dokumen Anda yang tidak lengkap.

Keempat, perlu dipahami bahwa beerapa lembaga pendonor beasiswa tidak hanya menilai kecakapan secara akademis. Ada saat-saat di mana lembaga pendonor beasiswa lebih memperhitungkan visi dan misi di luar hal-hal yang bersifat akademis.

"Ketika memberikan beasiswa, kita tidak semata-mata menilai secara akademis, tetapi juga konsisten. Dalam beasiswa, kita lebih mementingkan sisi holistik. Seperti keterlibatan dalam organisasi sosial dan kepandaian ketika merepresentasikannya dalam mengisi aplikasi," kata Director Indonesia International Education Foundation (IIEF), Diana Kartika Jahja, saat menjadi pembicara dalam diskusi beasiswa studi di luar negeri, Rabu (6/7/2011) malam, di @America, Pacific Place, Jakarta.

Kelima, saat wawancara, Anda harus bisa memberikan alasan yang meyakinkan kenapa Anda merasa layak mendapatkan beasiswa tersebut. Ingat, wawancara adalah saat yang paling berharga untuk tampil dan menunjukan bahwa Anda adalah yang kandidat yang paling tepat.

"Saat ditanya tentang alasan ingin mendapatkan beasiswa, banyak yang menjawab mereka akan berguna untuk nusa dan bangsa. Itu tidak salah, tetapi apa artinya? Harusnya berikan jawaban yang lebih detail," kata Diana.

Selanjutnya, yang perlu diperhatikan adalah prasyarat TOEFL. Minimal skor TOEFL internasionalnya mencapai 550. Selain itu, kemahiran dalam menulis essai juga perlu dipersiapkan. Tulis dan manfaatkan media yang tersedia untuk menulis sebanyak-banyaknya. Melalui essai yang Anda tulis, panelis menilai kreatifitas dan cara Anda mengembangkan ide.

"Intinya, orang Indonesia bisa sangat jempolan jika diberi dan mampu memanfaatkan kesempatan langka ini," tambah Diana.
 
Beasiswa Unggulan © 2011 Grade science & World Sharings. Supported by Google docs viewer

Thanks for All friends